Euro menguat akibat ekspektasi tingginya harga energi akan paksa ECB untuk perangi inflasi dengan naikan suku bunga. Harga minyak melonjak ke level tinggi 2½ tahun seiring memburuknya gejolak di Libya, produsen minyak terbesar di Afrika. “Petinggi ECB harus kaji kembali kebijakan moneter seiring berlanjutnya pertumbuhan ekonomi dan inflasi tembus target 2% bank sentral,” papar anggota dewan moneter ECB, Yves Mersch kemarin. Data terakhir tunjukan meningkatnya pesanan pabrik zona-euro di Desember; indikasi tangguhnya ekonomi Eropa meski dibayangi krisis utang. "Komentar petinggi ECB semakin hawkish; ini indikasi bank sentral sedang bersiap untuk merubah kebijakan moneter, yang mungkin terjadi pada pertemuan minggu depan," papar Naoto Minatogawa, analis Himawari Securities. "Pasar kini fokus pada prospek kenaikan suku bunga yang dapat menopang reli euro," ungkap Roberto Mialich, analis UniCredit. "Posisi Federal Reserve cukup jelas; outlook ekonomi AS masih tidak menentu dan Fed tidak ingin menaikkan suku bunga terlalu cepat." &n
sumber : monexnews - MonexNews.com